Minggu, 30 Maret 2008

Model Pembelajaran Di Sekolah Dasar

Model Pembelajaran Di Sekolah Dasar

Masalah : Banyak guru mengeluh, bagaimanakah cara untuk membuat aktivitas pembelajaran bila kelas berjumlah 40 orang dan keadaan ruangan tidak memungkinkan untuk berkelompok ? Apakah aktivitas harus selalu dilakukan dengan belajar kelompok? Bagaimanakah kegiatan mengajar matematika di Sekolah dasar tanpa alat-alat yang rumit bisa dilakukan?

Solusi : Kegiatan aktif tidak selalu harus dengan berkelompok akan tetapi dapat dilakukan dengan permainan /kegiatan secara klasikal yang diharapkan dapat memunculkan 4 aspek, yaitu: Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi. Akan tetapi kegiatan kelompok lebih memberikan kesempatan untuk siswa agar lebih mampu berkomunikasi dan lebih menyenangkan belajar bersama dengan teman sebayanya, serta dapat memunculkan nilai-nilai sosial , seperti kerjasama, saling membelajarkan dan sebagainya.
Untuk menjadikan kegiatan selain Aktif tetapi juga menyenangkan, maka guru harus lebih kreatif dalam menyiapkan dan memfasilitasi agar suasana kelas menyenangkan,misalnya dengan menggubah sebuah lagu menjadi yel-yel yang memotivasi, menggunakan waktu efektif sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna .Dengan demikian guru sudah berupaya untuk menggunakan kegiatan dengan model PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, efektif dan Menyenangkan)
Berikut ini sebuah contoh pembelajaran dengan pendekatan PAKEM dilakukan tanpa menggunakan alat yang susah, dan aktifitas secara klasikal.
Contoh ini mengambil suatu pokok bahasan sesuai dengan kompetensi dasar yang diharapkan dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)






Contoh
Model Pembelajaran PAKEM di Sekolah Dasar
Model pembelajaran 1.
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : IV semester 1
Waktu : .................. jp
Pokok Bahasan : Bilangan
Sub pokok Bahasan I. : a. Mendeskripsikan kelipatan bilangan
b. Menentukan KPK
c. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK

Standar Kompetensi :
2. Memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar :
Mendeskripsikan konsep faktor dan kelipatan
Menentukan kelipatan dan faktor bilangan
Menentukan KPK dan FPB
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KBK dan FPB

Sub Pokok bahasan I : KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil)

Kegiatan : Klasikal
A. Prasyarat : Mengulang materi Kelas 1 , 2, dan 3 tentang bilangan di Sekolah Dasar.
1. Siswa diminta untuk menghitung dengan menyebutkan secara urut mulai nomor 1 dan seterusnya sampai semua siswa mendapatkan nomor
2. Siswa diminta mengingat nomor dirinya yang disebutkan tadi.
3. Guru bisa mengecek ingatan siswa, dengan menyebutkan nomor tertentu dan siswa diminta menyebutkan “ oke” kalau nomornya disebutkan.





B. Kegiatan Inti :
· Pemahaman konsep dan prosedur .
(Menemukan KPK dari dua bilangan atau lebih)
Siswa diminta untuk menyebutkan kembali nomornya secara urut mulai dari nomor 1 dst.
Guru memberikan informasi, agar siswa menyebutkan namanya pada waktu tiba pada nomor yang menunjukkan kelipatan 2 ( setiap bilangan yang merupakan pertambahan 2 mulai dari bilangan 2, 4 , dst) )
Guru bertanya : siswa mana saja yang menyebutkan namanya tadi dan diminta untuk menyebutkan nomornya sebagai kelipatan 2, guru meminta siswa menuliskan bilangan tersebut di papan tulis.
Hal yang sama dilakukan untuk kelipatan 3.
Guru bertanya siswa mana saja yang menyebutkan namanya tadi , dan diminta untuk menyebutkan nomornya sebagai kelipatan 3, guru meminta siswa menuliskan bilangan tersebut di papan tulis. .
Kemudian dari kegiatan ini, guru menanyakan siswa mana saja yang menyebutkan namanya dua kali.
Siswa yang menyebutkan namanya dua kali pada waktu kelipatan 2 dan kelipatn 3 diminta menyebutkan nomornya, dan menuliskannya di papan tulis. Siswa yang lain diminta memberikan tepuk tangan . Guru menegaskan bahwa bilangan-bilangan tersebut adalah bilangan kelipatan persekutuan 2 dan 3.
Guru meminta siswa untuk menyebutkan bilangan mana yang paling kecil dari kelipatan bilangan 2 dan 3 tersebut, dan guru menegaskan bahwa bilangan tersebut adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 2 dan 3.
Sebelum pindah ke masalah yang lebih rumit, siswa dapat diajak untuk bernyanyi agar lebih termotivasi
Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan kegiatan yang sama dilakukan untuk mendapatkan KPK dari dua bilangan lainnya (misalnya 3 dan 5 ) , bilangan yang dipilih jangan bilangan besar karena jumlah siswa terbatas .
Permainan ini dapat dikembangkan untuk pemahaman lanjutan, misalnya menyebutkan KPK 2 dan 3 dari bilangan diantara 20 s.d 60 . Dengan mulai start hitungan 20 pada siswa pertama dan berakhir pada 60 siswa yang terakhir.
· Pengembangan (Penalaran dan komunikasi) :
Pengembangan selanjutnya siswa diminta menuliskan kelipatan bilangan 3 dan 5 tanpa permainan. Dapat dikerjakan secara individu , berkelompok atau berpasangan dengan teman disebelahnya. Diminta siswa untuk mengkomunikasikan perolehannya
Guru memberikan beberapa soal, siswa diharapkan dapat menemukan KPK dari soal-soal tersebut .
Siswa diminta untuk mengkomunikasikan hasil perolehannya baik secara lisan maupun tulisan.
· Penggunaan konsep (Pemecahan masalah ) :
Memberikan tugas latihan , guru memilih soal-soal yang bernuansa kehidupan sehari-hari. . Misalnya yang berhubungan dengan tugas menyapu di sekolah. A menyapu pada tiap hari Senin. Sedangkan B , pada hari pertama menyapu pada hari Senin pula dan bersama dengan A , tetapi hari selanjutnya ia menyapu setiap tiga hari sekali. Jika hari senin pertama adalah tanggal 3 April , kapan ia dapat sama-sama menyapu bersama A ? Siswa dapat mengerjakannya dengan berkelompok atau berpasangan.

C. Penutup :
Guru melakukan refleksi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
Dengan cara :
Menanyakan kepada siswa kegiatan apa dan menemukan apa kegiatan hari ini
Menanyakan apakah kegiatan yang dilakukan cukup menyenangkan, atau sulit atau membosankan? (komentar siswa perlu dicatat guru untuk perbaikan lanjutan)
Memberikan pesan dan tugas-tugas yang akan dilaksanakan pada pertemuan yang akan datang






Catatan tentang Model pembelajaran yang dilakukan :
Pengecekan Komponen PAKEM : Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi :
Mengalami : siswa mengkonstruksi sendiri pemahaman konsep dengan mengalami
Interaksi : terjadinya kegiatan tanya jawab antara guru-siswa, siswa-siswa , baik dalam diskusi kelompok maupun diskusi klasikal , layanan guru dalam memberikan bantuan pada siswa yang lambat memahaminya
Komunikasi : memberikan informasi hasil yang diperolehnya baik secara lisan maupun secara tertulis.
Refleksi

Tidak ada komentar: